Informasi Terbaru - Pemerintah telah menetapkan harga referensi batubara Indonesia untuk November pada Rp 1.467.600 per ton, 2,97 persen lebih rendah dari bulan sebelumnya, yang ditetapkan pada Rp 1.512.350 per ton sebagai akibat dari harga batubara global, sebagai tanggapan terhadap kebijakan kuota impor China yang sedang berlangsung. #agenpoker
Seorang juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agung Pribadi, mengatakan penurunan harga batu bara juga dipicu oleh masalah distribusi di Australia dan kelebihan pasokan di Indonesia.
"Penundaan dalam distribusi batubara di Australia mempengaruhi indeks Newcastle ICE. Ada juga kelebihan pasokan di negara kami sebagai akibat dari perlambatan permintaan dari India dan China," katanya kepada wartawan, Senin.
Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi batu bara nasional sebesar 485 juta ton, 25 persen di antaranya untuk kewajiban pasar domestik, yang setara dengan 121,25 juta ton.
Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral hingga September menunjukkan bahwa produksi batubara telah mencapai 70,9 persen dari target tahunan total, setara dengan 344 juta ton.
Pemerintah melanjutkan kebijakannya untuk membatasi harga batubara untuk listrik pada Rp 1.049.300 per ton, yang bertujuan untuk mempertahankan harga listrik pada tingkat yang terjangkau.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar